Sebuah kekecewaan
Bila hati dibaluti kekecewaan
Hilang pertimbangan yang waras
Hilang sifat santunnya
Hilang perikemanusiaannya
Cuma…
Kata hati diturutkan
Sensitifnya makin menggebu-gebu
Amarahnya makin membara
Rajuknya menjadi-jadi
Air mata menjadi teman setia
Bila kekecewaan datang pertama kalinya
Hanya senyum menerimanya
Ditemani sekelumit tabah dan sabar
Hanya pada Allah diserahkan segalaNya
Tapi,
Bila kekecewaan datang bertimbun-timbun
Sekali, dua kali, tiga kali dan seterusnya
Hati mana yang tak terusik
Jiwa mana yang sanggup dirobek-robek dek kekecewaan
Sekelumit tabah dan sabar
Bagaikan terbang meninggalkan hati yang kecewa
Sedih dan sayu tak terperi katanya
Walaupun maaf dipinta
Tapi, hati ini tetap kecewa
Kecewa yang teramat
Sedarlah dirimu,
Kecewa itu datang
Tatkala
Penantian itu sungguh menyeksakan
This entry was posted on September 7 2009 at 9:17 am and is filed under Kembara Hidup . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.