Archive | Buku RSS feed for this section

Sesuatu yang menghilangkan nilai-nilai doa

22 Apr

Diantara permasalahan yang dapat menghilangkan nilai-nilai doa atau pengaruh doa terhdap pelakunya adalah :

1-sikap tergesa-gesa dalam berdoa

2-merasa tidak diterima doanya

3-merasa rugi dalam melakukan doa

4- tidak pernah melakukan doa pada waktu mendapat kesenangan dan berdoa sekuat tenaga apabila dihimpit kesukaran.

                Orang yang berdoa serupa dengan orang yang menaburkan benih atau orang yang sedang menanam tanaman, maka ia harus rajin merawat dan menyiraminya, maka jika dia jarang merawatnya  atau malas menyiraminya, tanaman itu akan tumbuh dengan buruk, begitu juga jika seseorang berdoa dengan sikap tergesa-gesa, atau berdoa pada waktu tertentu sahaja, maka doa tersebut kurang sempurna, lambat sampai ke sisi Allah swt dan lambat pula terkabulnya.

                Dalam sebuah hadis dalm Sahih Bukhari, disebutkan hadis yang berasal dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah saw bersabda  :

“Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan apabila kalian berdoa dengan sikap tidak tergesa-gesa”

                Kemudian, salah seorang shabat berkata lagi : “Aku telah berdoa namun doaku belum dimakbulkan lagi.” (Imam Bukhari dan Imam Muslim)

                Dalam hadis Imam Muslim disebutkan:
                “Doa seseorang hamba akan selalu dikabulkan apabila dia tidak melakukan perbuatan maksiat, atau tidak memutuskan hubungan sanak keluarga dan jika pada ketika berdoa tidak dengan sikap tergesa-gesa.” Kemudian Rasulullah saw ditanya: “Apakah yang dimaksudkan dengan tergesa-gesa itu?” Lalu Rasulullah saw menjawab: “Tergesa-gesa itu maksudnya bahawa seseorang selalu mengatakan, “saya telah berdoa, saya telah berdoa,” padahal dia belum mengetahui apakah doanya diterima atau tidak, maka orang yang demikian ini akan merasa rugi jika doanya tidak dimakbulkan, yang akibatnya dia meninggalkan berdoa atau bosan untuk berdoa.”

                Sedangkan dalam hadis Imam Ahmad yang disebutkan dalm kitab Musnad, iaitu hadis yang berasal dari Anas bahawa dia berkata: Rasulullah saw telah bersabda :

                “Seseorang itu akan selalu dalam kebaikan selama dia tidak bersikap tergesa-gesa,” kemudian para sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksudkan tergesa-gesa itu, wahai Rasulullah saw? Kemudian Rasulullah saw menjawab : “Tergesa-gesa itu maksudnya seseorang yang mengatakan: “Aku telah berdoa kepada Tuhanku dan hingga sekarang belum dikabulkan.”

 

Petikan :P enyakit Rohani dan Penyembuhannya oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziah

Saat bersammu cinta pun perlu ILMU

20 Apr

Berkomunikasi, bagi manusia yang hidup tak sendiri, adalah kebutuhan. Berkomunikasi bagi dua orang yang seatap sekamar mandi, adalah keniscayaan. Dengan komunikasi kita mengungkapkan perasaan, hasrat, cita-cita dan cinta. Dengan komunikasi, kita berbagi. Dengan komunikasi kita saling member penguatan, motivasi dan sejuta hal yang tak bisa hanya kita pendam dalam hati. Seperti kata Ustaz Anis Matta, cinta selalu menghajatkan kata. Dan berawal dari katalah sebuah komunikasi-verbal utamanya- terjadi.

 Sudah selayaknya bagi kita, untuk memanfaatkan komunikasi sebagai saranan mengakrabkan hati, memadukan jiwa, dan menumbuhkan cinta. Demikianlah Allah menjadikan kita mampu berbicara., mendengar, dan memahami, agar kita menjadikan suami atau isteri, sebagai sahabat berbagi dalam beribadah dan menunaikan perintah-perintahNya.

Permasalahan menjadi pelik, ketika ilmu tentang komunikasi itupun tak dimiliki. Yang terjadi di rumah kita seringkali bukanlah komunikasi. Hanya suara yang lalu lalang di antara dua orang. Tidak ada timbal balik. Tidak ada yang bisa disebut sebagai komunikator. Tak ada yang pantas disebut sebagai komunikan.

Cukuplah memang iman dan takwa sebagai bekal hidup. dan ia adalah sebaik-baik bekal. Tetapi setahu saya, keimanan bertambah dan berkurang naik dan turun. Dan setahu saya, iman serta taqwa pun menghajatkan ilmu. Maka Allah berfirman, “Fa’lam annahu Laa Ilaaha Illallaah”, maka ilmuilah sesungguhnya tiada Ilah selain Allah”. Berilmulah sebelum mengimaninya. Maka Imam Al- Bukhari menulis bab pertamanya, ‘Al-ilmu Qabal Qauli wal ‘Amaal”, Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan. Kalau sedikit kita ubah kata-katanya, maka menjadi, “Ilmu, sebelum berkomunikasi dan bertindak”.

Barakah yang kita temukan di beningnya air mata

18 Apr

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (Al-Ankabut : 2-3)

                Tiada yang akan dibiarkan Allah sekadar mengatakan kami telah beriman, sebelum ia diuji. Seolah, Allah telah memproklamasikan, bahawa konsekuensi iman adalah ujian. Dalam iman ada penjenjangan. Dalam syurga ada tingkatan-tingkatan. Dan untuk menempatkan makhlukNya, Allah memberikan ujian-ujian. Dan sungguh kita tak sendiri. Orang-orang sebelum kita pun telah diuji, maka  Allah memiliki hujjah atas orang-orang yang berjihad dan bersabar.

                Mengapa ujian terasa begitu berat? Yang pasti, Ia tak membebani hambaNya di luar kesanggupannya. Tetapi, jangan salah mengertikan. Kalau ujian itu hadir untuk kita, artinya Allah maha Tahu bahawa kita mampu menanggungnya. Selebihnya, adalah soal kemauan untuk menghadapi dan  bukannya melarikan diri. Kesungguhan untuk mengatasi dan bukannya bertiarap. Meski, rasa manusiawi adalah kewajaran.

                Di saat apapun, barakah itu membawakan kebahagiaan. Sebuah letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu memberi  suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apa pun masalah yang sedang membadai rumahtangga kita. Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah.

Jika Kita Hosni Mubarak…

9 Feb

Geram, sedih, terharu , bersemangat semuanya bercampur baur dalam diri ana tatkala saban hari mengikuti  berita terkini tentang kebangkitan rakyat Mesir menentang  Presiden Hosni Mubarak yang merupakan pro Israel laknatullah dan juga US. Plan terdekat Jumaat nanti, akan diadakan perarakan menawan istana presiden di Abdeen, Cairo.Ana hanya mampu berdoa moga Allah permudahkan usaha-usaha protesters ini untuk mengembalikan kemerdekaan yang sebenar buat rakyat Mesir. Dan tak lupa juga dalam doa ana titipkan moga kebatilan itu akan runtuh digantikan dengan kebenaran yang sebenarnya atas batu asas syariat Allah.Amin Ya Rabbal ‘Aa-Lamin.

Suatu perkongsian  dari pembacaan ana dalam buku ’99 Q Kecerdasan Berasaskan Asma Ul-Husna’ karya Sulaiman Al-Kumayi  yang mengetengahkan  nama Allah iaitu Al-Malik yang mana maksudnya zat yang tidak memerlukan segala sesuatu yang ada. Di sini penulis cuba membincangkan isu mengapa manusia suka berkuasa? Jawapannya, kerana  ‘ manusia adalah bayangan Illahi di bumi’, ini merupakan maksud sebuah hadis yang menunjukkan dalam diri manusia ada potensi Illahiah. Ataupun dalam bahasa Ibnu Arabi, sufi abad ke-13 dari Andalusia, “Allah  menyimpan di dalam diri manusia pengetahuan mengenai segala sesuatu, kemudian Allah mencegah manusia daripada melihat apa yang disimpan dalam dirinya”. Ataupun, dalam konsep psikologi, kita dapat mengatakan , pengetahuan tersembunyi itu terakam dalam minda separa sedar ( sub-concious mind).

Kembali kepada Al-Malik, potensi malik dalam diri manusia menyebabkan manusia berasa dirinya adalah pemegang kuasa tertinggi di muka bumi. Ini bertepatan dengan hadith Rasulullah saw yang bermaksud, “ Setiap kamu adalah pemimpin….”. dalam kehidupan seharian pun kita merupakan seorang pemimpin. Even surirumah  pun merupakan seorang pemimpin dalam urusan menatariaskan rumahtangganya.  Seorang ibu pun merupakan pemimpin untuk anak kecilnya. Dan bertitik tolak dari sifat itu, si ibu sanggup memarahi anaknya jika si anak melakukan kesilapan. Kerana kuasa kepimpinan itulah yang menyebabkan si ibu terlupa yang anak ini merupakan si kecil yang baru mengenal dunia dan jika kita memarahinya, itu merupakan sia-sia sahaja, kerana si kecil bukannya anak dewasa yang tahu menilai baik buruknya. Inilah merupakan pegangan ana saat-saat berdepan dengan kerenah si kecil Adam Harith!

Lihat pula pada sejarah dunia, bagaimana angkuhnya Firaun yang bukan sahaja mengaku dirinya penguasa mutlak, sebagaimana yang dinyatakan dalam surah Az-Zukhruf:51, “Firaun berseru kepada kaumnya dan berkata, “ Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku…”. Bahkan lebih dari ini, Firaun mengaku dirinya Tuhan.

Itulah kemenangan bagi Iblis laknatullah yang mana ia menguruskan potensi ini supaya dikeluarkan dan kemudian memperdayakan manusia supaya merasa dirinya adalah setara dengan Allah Al-Malik. Dengan demikian manusia menjadi sombong dan melampaui batas apabila manusia lupa dan terpedaya dengan rancangan hebat si Iblis ini.

Itulah diri Hosni Mubarak dan kuncu-kuncunya. Bilamana manusia diuji sama ada dengan sedikit kuasa yang ada padanya, mereka mampu membawa umat manusia kea rah sejahtera, ataupun sebaliknya. Kekuasaan hanya menimbulkan malapetaka bagi manusia. Manusia hanya mahu menang sendiri. Manusia lebih suka menindas dan menzalimi sesamanya, mengeksploitasi dan ‘memperkosakan’ hak-hak saudaranya demi memuaskan kepentingan sendiri.

Sedarlah wahai jiwa setiap pemimpin, apa yang dapat kita miliki? Kita sendiri adalah milik Allah. Justeru, mengapa kita yang diberi potensi malik, tidak mahu menjadikan Al-Malik sebagai pemimpin?

 

Ke Mana Masa Anda Diperuntukkan ???

28 Oct

Masa berlalu dengan cepat, secepat awan di langit dan selaju tiupan angin. Di saat-saat keseronokan , masa dirasakan berlalu dengan begitu pantas sekali. Cuma di waktu kesedihan atau kedukaan datang melanda, maka masa yang berlalu di saat-saat begini dirasakan terlalu lama.Aduhai masa…!

Bagi wanita yang bekerjaya, masa 24jam bagaikan sepantas kilat ianya berlalu. Seharian di pejabat, dan pulang ke rumah, menguruskan rumahtangga dan malamnya pula sudah tentu penat keletihan. Dan rutin ini diulang dan diulang sehingga ajal tiba.

Persoalannya, jika kita seorang wanita yang berkerjaya mahupun surirumah sepenuh masa, masih adakah sekelumit masa untuk kita infakkan di jalan dakwah, demi menegakkan amar makruf nahi mungkar? Bukankah dakwah ila Allah itu merupakan mewajipan kita sebagai seorang muslim? Sepertimana firmannya yang bermaksud,

“Kamu adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan bagi(faedah) umat manusia,(kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah(buruk): Ali-Imran :110

Oleh itu, saya menyeru kepada semua pembaca supaya rancang masa kita dengan bijaksana agar ada masa kita diperuntukkan untuk dakwah ila Allah di samping kesibukan kita mengejar duniawi. Moga masa yang kita nikmati beroleh keberkatan.

Al-syahid Hassan Al-Banna berkata :“Dia(masa)hidup! Tidak ertinya hidup manusia, selain dari masa-masa yang dia beramal , semenjak dari lahir hinggalah ke saat yang terakhir!”

Rujukan : Detik-detik masa dalam kehidupan Muslim

Doktor Boneka vs Doktor Syariat

25 Jul

Sudah ana dimaklumi, alam HO sangat berbeza dengan alam MS. Bergelar MS, minda hanya focus pada study, lecture, tutorial, case write up dan seminar. End posting exam yang menguji teori dan juga clinical skills menjadi  rutin hidup sebagai MS. Tapi, setiap kali melewati exam, bertandang juga rasa resah dan gelisah. Resah bila merasai ilmu di dada belum cukup untuk masuk exam dan gelisah bila result exam belum announce. Pass or fail !!! Tapi, bilamana hati dan jiwa ini disandarkan pada Ya Rabbul Izzati, Alhamdulillah, ketenangan itu datang dalam saat-saat kritikal itu. Ketenangan anugerah Illahi untuk hambaNya yang bertaqarrub padaNya.

Peluang menjadi one of the IIUM graduated tak akan ana sia-siakan. Ketika bergelar MS, banyak medical knowledge dan juga fiqh medic yang ana pelajari secara formal atau sebaliknya. Tak lupa juga sekalung tahniah untuk Prof Dr Ariff Osman yang sudi iniatiatekan Fiqh Medic Course semasa ana di tahun 4 pengajian.

Tapi, lain cerita bila tengok senior-senior doctor menjalankan tugas, bukan apa, lain yang ana pelajari, lain pula yang diamalkan. Kadang-kadang, ana pun keliru juga. Adakah itu kerana ikut protocol medical atau adakah itu merupakan ilmu warisan turun-temurun dari senior MO/consultant?. Cuma di saat kekeliruan itu, ana sematkan dalam hati ana untuk menegakkan apa yang ana telah pelajari walaupun apa badai yang melanda.Insya Allah, moga Allah permudahkan.

Buat sahabat-sahabatku Batch 9 IIUM , selamat menjalankan tugas sebagai HO dengan penuh keikhlasan dan jadikan kerja kita sebagai ibadah untuk menggapai syurga Allah. Doa ana sentiasa mengiringi sahabat-sahabat semua.

Sedikit petikan dari buku Denyut Kasih Medik hasil karya Dr Farhan Hadi

“ Alhamdulillah, pak cik sangat gembira tengok orang Islam jadi doctor. Kamu kerjalah elok-elok ya. Kerja dengan amanah. Setiap kerja yang kita lakukan akan disoal oleh Allah SWT. Pakcik tahu kerja doctor ni sangat sibuk, tak ada masa sangat nak baca quran dan pergi masjid. Yang penting hati kita selalu ingat kat Allah.kerja doctor ni, jalan ke syurga jelas sebab banyak tolong orang”

Ini Adalah Amanah Buat Kami

15 Nov

28weeksInilah hakikatnya. Usia zuriat dalam kandungan ana kini mencecah 7 bulan. Syukur wal hamdulillah atas nikmat yang tidak terhingga ini. Insya Allah, viable,with estimated fetal weight 1101 g, latest scan on last Monday.Betapa cepatnya masa berlalu dan seolah-olah ana rasa bersalah pada zuriat kami kerana banyak perkara yang belum terlaksana sebelum dan semasa kehamilan ini. Tapi, ana sedar, masih banyak lagi kelemahan ana yang perlu diperbaiki dan diperhalusi. Moga Allah mengampuni dosa-dosa kami ini.Amin.

Gembira dan debaran silih berganti dalam benak fikiran ana. Gembira dan tak sabar-sabar menghitung hari untuk melihat, menatap dan memeluk mujahid kami, zuriat kami yang hadir di saat abi dan umminya saling bersangka baik pada RabbNya dan cinta-mencintai keranaNya. Tapi, di sebalik kegembiraan, ada juga terselit debaran menanti si mungil yang akan muncul tiba nanti. Debaran untuk memikul tanggungjawab sebagai ummi dan abi muda dalam mendidik, mengasuh, merawat dan memberi pelajaran pada mujahid kami. Persoalannya, adakah ana dan zaujiy habibi sudah bersedia untuk tanggungjawab tersebut?

‘ 9 Bulan Paling Menentukan’, karya Muhammad Muhyiddin, terbitan Diva Press, Indonesia, yang banyak menyingkapi rahsia-rahsia melahirkan generasi soleh wa musleh semenjak di alam rahim lagi banyak membuka horizon pemikiran dan tanggapan ana terhadap tanggungjawab sebagai seorang ummi dan abi dalam mendidik mujahid kami nanti. Hakikatnya, ada sesetengah pihak faham bahawasanya, mendidik anak bermula selepas kelahiran. Ada juga pihak yang faham mendidik ana semenjak di dalam kandungan ibunya lagi. Ada juga yang memahami tanggungjawab melahirkan anak soleh bermula ketika pemilihan calon suami atau isteri. Tapi, adakah kita betul-betul faham kenapa pendidikan anak-anak dimulakan sebelum walimah lagi, malah semasa kita remaja lagi? Kerana semasa kita menjadi anak kepada ibu bapa kita, kita melihat dan cuba memahami konsep pendidikan ibubapa kita terhadap kita. Dan dalam masa yang sama, kita perhatikan dan berfikir kenapa ibu dan ayah kita mendidik adik-adik kita seperti itu? Dan, bilamana kita berwalimah, melalui hidup berumahtangga dan mengimpikan zuriat sendiri, of course, pendidikan ibubapa kita sedikit sebanyak mempengaruhi pendidikan kita terhadap anak-anak kita nanti. Jadi, jangan sia-siakan masa remaja dan masa single anda andaikata mengimpikan zuriat anda menjadi soleh dan musleh.

 Pendidikan anak-anak bermula di alam rahim bukannya difahami sekadar menjaga kesihatan ibu dan zuriat dalan kandungan, bukan juga sekadar mengambil makanan yang bergizi dan bernutrisi, bukan juga sekadar menghafal quran atau bertilawah tetapi,perlu difahami konsep sebenar pendidikan anak-anak kita nanti. Untuk apa? Adakah untuk melahirkan insan soleh wa musleh, adakah untuk melahirkan seorang doctor atau peguam? Tetapi, Islam menggariskan anak-anak dididik untuk menjadi KHALIFAH FIL ARDH, yang menegakkan amar makruf nahi mungkar. Besar tanggungjawab yang menanti di hadapan. Subhanallah.

Hari ini, dunia Barat sibuk dengan penemuan-penemuan baru yang mengatakan early education for baby as early as in the mother’s womb by giving stimulation and so on, tapi, Islam sudah menggariskan dari awal lagi konsep pendidikan anak dalam kandungan. Kenapa tidak diamalkan saje?baby

 Semalam, ana terpaku sejenak, bila one of my classmate present yang 30% of growth development occur during fetal life. Subhanallah, betapa indahnya ilmu bila diperdalami dan diperhalusi. Semuanya berkait dan mengukuhkan lagi pemahaman ana bahawa, yes, mujahid kami ini perlu dididik semenjak dalam kandungan ummi lagi, kerana mujahid ini adalah amanah buat kami berdua…Insya Allah…

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

7 Oct

Satu lagi buku yang agak menarik untuk dikongsikan bersama sahabat2 semua.

 

Alangkah seringnya

Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan

Membuat detik-detik di depan terasa hambar

 

Belajar dari ahli puasa

Ada dua kebahagiaan baginya

Saat berbuka

Dan  saat Allah menyapa lembut memberikan pahala

 

Inilah puasa panjang nafsuku

Kekuatan ada apada menahan

Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan

 

Cuba sahaja

Kalau Allah yang menghalalkan

Setitis cicipan syurga

Kan menjadi sedekah berpahala

 

Buku ini hadir agar yang belum menikah menjalani penantiannya dengan kesucian nan gagah

Juga, agar yang sudah menikah menghadirkan saat-saat indah penuh barakah…

Biar Merdeka Di Sisi Allah…

4 Oct

‘Entahlah, tak tahu bila kita nak merdeka dari kerajaan Thai. Sejak dulu lagi dah dijajah. Tapi, tak apelah, kita tak kisah dah, asalkan merdeka di sisi Allah.’ Luah seorang tetamu yang mengunjungi rumah saya ketika hari raya yang kedua. Tetamu ni merupakan saudara kepada saya yang kini merupakan penduduk tetap di selatan Thai.

Saya tertarik dengan luahannya, dan cuba memancingnya untuk bercerita dengan lebih lanjut lagi perkembangan di Selatan Thai.

‘Kenapa pak cik cakap macam tu?Apa cite terbaru kat Selatan Thai sekarang?.’Saya menyampuk sekaligus menunjukkan minat untuk mengetahui perkembangan terbaru di Selatan Thai.

‘Tak ada yang berita baru nye.Sama seperti tahun-tahun sudah. Bom, letupan, bunuh membunuh dah menjadi halwa telinga. Boleh dikatakan 2-3 hari sekali mesti ada berita pengeboman dan pembunuhan.’ Sambung tetamu saya tersebut.

‘Kenapa terjadi macam tu, Pak Cik?’ Sampuk saya untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan di Selatan Thai.

‘Kau Tanya aku pula. Aku tak pandai cerita. Kau bacalah buku-buku atau berita-berita. Baru dapat ilmu lebih sikit. Kalu aku cerita pun, aku ikut pengalaman dan apa yang aku lihat je. Kau bacalah buku, baru dapat ilmu yang sahih, nanti boleh cite kat orang lain pulak.’Malu saya dibuatnya. Nampak sangat saya ni jahil tentang peristiwa semasa.

Alhamdulillah, kata-kata pak cik tersebut menyedarkan aku untuk mencari bahan-bahan ilmiah tentang selatan Thai untuk rujukan dan juga memperkayakan ilmu politik dunia.

Prihatin dengan isu tersebut saya membelek buku dalam simpanan Abah yang bertajuk  “ Sejarah Perjuangan Melayu Patani 1785-1954 Oleh Dr Nik Anuar Nik Mahmud Pensyarah Di Jabatan Sejarah UKM.

Lalu dikesempatan ini aku ingin berkongsi sinopsis buku tersebut untuk dikongsi bersama iaitu seperti berikut

Patani yang damai dan indah memendam banyak sejarah perjuangan rakyatnya. Di sini telah lahir dan gugur pejuang-pejuang dari kalangan aristokrat seperti Tengku Abdul Kadir Kamaruddin, Tengku Abdul Jalal dan Tengku Mahmood Mahyiddeen yang kemudiannya didukung tuan-tuan guru pondok termasuk Hj Sulong. Kesultanan Melayu Patani berakhir dengan muslihat Phya Sri Shadheb ke atas Tengku Abdul Kadir. 

Dasar penjajahan Siam ke atas Patani disokong pakatan jahat kuasa besar terutama British dan Peranchis. Orang Melayu Patani yang berjuang mengusir Jepun berharap British dapat pula membantu mereka menghalau Siam dari bumi Patani kerana Siam sebelum itu memberi ruang kepada Jepun menyusup ke Tanah Melayu untuk mengusir British.

Sebaliknya British bersekongkol dengan Siam menghancurkan perjuangan rakyat Patani dalam GEMPAR, Forces 136 dan PULO setelah Siam membantu British membendung gerakan Komunis.

Pembunuhan kejam Hj Sulung serta kematian Tengku Mahmood Mahyiddeen yang mencurigakan pada tahun yang sama, 1954 memberi pukulan ke atas gerakan kemerdekaan Patani yang kemudiannya terpaksa bergerak secara amat terbatas. 

Dari pembacaan tersebut,  dapat saya simpulkan bahawa :

1. Umat Islam tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada kuasa besar bukan Islam dalam perjuangan mereka. Ini dapat dilihat begitun jelas dalam isu Palestin dan lain-lain

2. Selatan Thai perlu diberi kuasa autonomi seperti Acheh

3. Sebagai Jiran seagama yang terdekat Malaysia harus memainkan peranan utama dan aktif kearah usaha keamanan melalui autonomi tersebut.

Akhirnya saya berdoa moga suatu hari nanti Patani akan kembali damai dan permai dan bakal menjadi antara pusat perkembangan Islam di Nusantara

 

 

Agar Bidadari Cemburu Padamu

6 Sep

JUDUL                       : Agar Bidadari Cemburu Padamu

PENGARANG           : Salim A.Fillah

PENERBIT                 : Pro-U Media

M/SURAT                  : 252 muka surat

 

ULASAN

            Agar Bidadari Cemburu Padamu merupakan buku untuk para wanita yang inginkan kenikmatan syurga dalam setiap saat kehidupannya.Buku ini juga sesuai untuk para lelaki dalam mendalami bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syariat Allah.

            Agar Bidadari Cemburu Padamu dibahagikan kepada empat bahagian.Bahagian pertama mengandungi dua bab yang berkisar tentang penciptaan wanita dan persamaan taraf wanita dan lelaki di sisi Allah.Bahagian kedua pula berdiskusi tentang keterbatasan aurat para muslimah dengan mengenengahkan syarat-syarat pakaian muslimah.Cinta dan wanita sememangnya amat menarik untuk dibahaskan,dan justeru itu,penulis memuatkan bab-bab seterusnya dengan apakah cinta,nilai-nilai cinta bersamaan Allah dan kelas-kelas cinta .Sebagai penutupnya, penulis mengutarakan kisah-kisah para isteri salafussoleh dalam menjana baitul muslim berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.

            Di dalam bab pertama ini,penulis cuba membawa minda para pembaca tentang kasih sayang(Ar-Rahman dan Ar-Rahim) Illahi kepada hambaNya.Sesungguhnya, nikmat Islam itu merupakan nikmat yang paling berharga yang dikurniakan kepada makhlukNya, yang mana dengan pentarbiahan Dinul Islam,manusia mampu untuk mengecapi keindahan alam semesta dan mampu bersyukur di atas kurniaNya. Sepertimana firman Allah:

Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang(Al-Quran) kepada hambaNya(Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya.Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.(Al-Hadid:9)

Namun,bukan semua makluk yang diciptakan Allah mensyukuri nikmatNya.Ada yang tenggelam di dalam lautan nikmat Illahi,tanpa sedikit pun terbitnya rasa kesyukuran. Namun sebaliknya, amatlah beruntung bagi mereka yang berfikir,meneliti dan memerhati ciptaan Allah lalu lahirlah ke’izzahan terhadap Islam.

            Begitu juga dengan penciptaan wanita.Bukannya kewujudan wanita hanya untuk menemani kesunyian kaum Adam,bukannya untuk diperkotak-katikkan oleh kaum lelaki,bukannya untuk ditanam hidup-hidup dan wanita juga bukan barangan untuk diperdagangkan.Namun,wanita itu diciptakan dengan sebaik-baik penciptaan untuk kebersamaan kaum lelaki dalam beribadah kepadaNya. Rasulullah saw bersabda:

“Selalu wasiatkan kebaikan  kepada para wanita.Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkan diri, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkan kebaikan kepada para wanita (HR Al-bukhari dan Abu Hurairah)

Jika pada zaman jahiliyah merupakan zaman yang paling ngeri bagi kaum wanita,namun, dengan terbitnya sinar Islam, martabat wanita diangkat menjadi  mulia.Tanpa nilai diskriminasi,tanpa pembunuhan hidup-hidup dan tanpa penyeksaan zahir mahupun batin.Melalui hadis tadi,Islam mengangkat wanita dari ranjang kegelapan menuju alam keangunganNya.Di sinilah,peranan wanita digandingkan dengan lelaki dalam berdiskusi,saling mengingatkan, saling memberi wasiat tentang kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.Wanita dan lelaki saling bergandingan tangan dalam menjalankan amanah Allah ,menikmati kehidupan yang lebih sempurna dan mendapatkan ganjaran yang lebih baik terhadap apa yang mereka kerjakan.Firman Allah fi kitabihi Al-Aziz:

Baragsiapa mengerjakan kebaikan, baik lelaki mahupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kehidupan yang baik… (An-Nahl:97)

            Betapa Ar-Rahman dan Ar-Rahimnya Allah, kepada kaum wanita,setelah penurunan wahyu-wahyu Ilahiah,maka martabat diri wanita dipandang tinggi.Namun, segelintir wanita merasa marah jika selalu diposisikan sebagai makhluk yang sentiasa dikasihani.Insya Allah,dalam bab kedua, penulis membahaskan kekuatan dan kegagahan wanita berlandaskan syariat Allah.

            Di dalam bab yang kedua ini, kita akan lebih berhusnuZhun pada Allah dengan merenung ayat-ayatNya yang membela kedudukan kaum hawa dari tohmahan kuffar yang mengatakan Islam menindas hak-hak kebebasan wanita.Sehubungan dengan itu, penulis cuba menggunakan pendekatan dalil-dalil naqli dalam menerangkan tentang kepimpinan wanita,soal warisan dan akal serta agama yang mana membuktikan Allah tidak sesekali mendiskriminasikan hambaNya,lelaki dan perempuan.

            Bila menyentuh soal kepimpinan,sememangnya kita sedia maklum bahawasanya Allah berfirman:

Kaum lelaki adalah qawwam atas kaum perempuan…(An-Nisa’:34)

 Sebenarnya kalimah qawwam atau kepimpinan mengikut Al-Qardhawi dalam Fatawi Mu’ashirah berhubung kait dengan kepimpinan dalam kekeluargaan.Lelaki atau suami sebagai ketua keluarga dan isteri sebagai pembantunya.Tetapi, Islam bukan hanya mengehadkan wanita untuk berada dalam kepungan keluarganya, malahan Islam membenarkan wanita untuk menguasai bidang ijtihad, pendidikan dan pembelajaran, ilmu hadith dan pentadbiran.Contohnya, ummahatul mukminin,’Aisyah Binti Abu Bakar telah mengetuai Waqa’atul Jamal yang didampingi oleh Thalhah dan Az-Zubair.Sesungguhnya,dalam posisi kepimpinan masing-masing,Allah telah meletakkan keindahan, yang mana lelaki dan wanita bukan musuh yang saling merendahkan prestasi diri tetapi mereka adalah dua jiwa yang saling melengkapi antara satu sama lain.

Sesungguhnya wanita adalah belahan tak terpisah dari lelaki (HR Ahmad dan Al-Baihaqi)

Di dalam soal akal dan agama, sememangnya wanita mempunyai nuqshan(kekurangan) jika dibandingkan dengan kaum lelaki.Tetapi,jangan tersilap andaian, kekurangan yang dimaksudkan ini adalah kekurangan dari segi kuantiti, bukannya dari segi kualiti.Jika direnung kembali,wanita sememangnya kurang dalam kuantiti ibadahnya lantaran kedatangan haid,seperti solat dan puasa.Manusia diciptakan serba kekurangan jika dibandingkan dengan Maha Kuasa Allah.Sesungguhnya,kekurangan akal dan agama pada wanita bukanlah sesuatu yang ghaib dan memalukannya,tetapi Allah gantikan kekurangan itu dengan kelembutan, penyayang, dan sifat keibuan.Sebagaimana lelaki,walaupun mereka hebat dengan akal dan agamanya, tetapi,mereka memiliki kekurangan kepekaan dan kehalusan perasaan.Dan ini memang membuktikan wanita dan lelaki adalah pelengkap antara satu sama lain.

Wanita diibaratkan seperti misykat (tempat letak pelita) iaitu cantik berkilau bila diletakkan di tempat yang tersembunyi,bersudut dan membatasi serakan cahayanya.Begitulah perumpaan wanita yang solehah. Rela diri dibaluti oleh helaian kain yang tebal demi menjaga aurat dan mahkota kewanitaannya.Di sini, penulis mengutarakan ciri-ciri pakaian muslimah yang digariskan oleh al-quran dan as-sunnah,iaitu: 1)menutup dan melindungi seluruh tubuh, selain yang dikecualikan, 2)bukan tabarujj(menunjuk-nunjuk) 3)kainnya tebal 4)kainnya tebal,tidak sempit  5)tiada haruman pewangi 6)tidak menyerupai pakaian lelaki 7)tidak menyamai pakaian orang kafir, dan  8)bukan merupakan libasyuh syuhrah( pakaian populariti). Inilah tatacara yang Allah tetapkan untuk para wanita agar terpelihara auratnya dari pandangan lelaki ajnabi,kecuali pada suami dan anak-anaknya.Lihatlah betapa sayangnya Allah pada kaum Hawa sehinggakan perkara aurat dan keterbatasan ini menjadi pokok persoalan dalam beragama supaya wanita muslimah tetap mempesona dan anggun dalam penampilannya tanpa perlu mendedahkan kehalusan dan keindahan badannya.

Di dalam bab yang seterusnya,penulis berbicara dengan panjang lebarnya tentang penghayatan cinta terhadap sesama manusia dan yang pastinya cinta wanita terhadap lelaki.Mencintai dan dicintai merupakan lumrah kehidupan jiwa yang bernama manusia.Sesungguhnya, cinta para wanita solehah bukan pada hartanya,bukan pada ketampanannya, bukan pada kebangsawanannya tetapi, cinta mukminah solehah adalah terhadap akhlaq dan budi pekerti sang jejaka.Allah telah menukilkan kisah cinta puteri Nabi Syu’ib di dalam Al-Quran yang berfirman

Salah seorang dari kedua puteri itu berkata, “Wahai ayahanda, ambillah ia sebagai orang yang bekerja untuk kita. Kerana sesungguhnya orang yang paling baik ayah ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercayai. (Al-Qashash:26)

Daripada ayat di atas, kita sedia maklum bahawasnya puteri Syui’b tertarik dengan kerajinan dan amanah yang ditunjukkan oleh Musa as,tetapi dengan segala sifat malunya,kesukaan itu dilontarkan dalam bentuk yang tersirat iaitu bercadang untuk dijadikan Musa sebagai pekerja.Lihatlah disekeliling kita, betapa jauhnya nilai masyarakat hari ini dalam memahami pengajaran dari Al-Quran dan As-Sunnah.Anak-anak muda tanpa segan silu menjual maruah diri untuk mencapai nikmat sebuah percintaan.Na’uzubillah.Namun begitu,mencintai dan dicintai tidak sesekali terlarang oleh agama.Malah, di dalam Al-Quran telah diberitakan tentang sifat kecintaan manusia sesama manusia di dalam surah Ali ‘Imran ayat 14

Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diingini syahwat dari wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak dari jenis emas,perak, kuda pilihan, ternak dan sawah ladang…( Ali ‘Imran : 14)

Kenapa Islam tidak melarang penganutnya untuk bercinta?sedangkan, dunia hari ini membuktikan cinta adalah virus pemusnah dalam kehidupan anak-anak remaja,pemusnah jiwa yang merdeka,pengacau keaktivisme seorang akhawat, dan yang paling syadid adalah cinta membawa maut.Sesungguhnya, cinta adalah suci dan ikhlas, namun, bila cinta kebersamaan syaitan, syahwat dan syubhat, maka cinta merupakan penyakit dan pemusnah jiwa manusia.Firman Allah

Dan hendaklah menjaga kesucian dirinya, orang-orang yang belum mampu menikah, hingga Allah mengayakan mereka dari kurniaNya…(An-Nur:33)

Cinta bukan hanya terbatas kepada cinta sesame manusia, tapi, makna cinta merangkumi cinta kepada Allah, Rasulullah, Hari akhirat dan jihad fi sabillah.Bagi seorang insan, bagaimana untuk menyatakan rasa kecintaan terhadap Pencintanya telah pun digariskan dalam Islam:

Katakan hai Muhammad: jika adalah kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku. Maka Allah akan mencintai kalian dan ia ampuni segala dosa kalian….(Ali Imran:31)

Jadi, ambillah pengajaran daripada Al-Quran dan As-Sunnah dalam menitipkan rasa cinta terhadap Azza Wa Jalla.Selami kehidupan para rasul dan ummahatul mukminin dalam ketaatannya kepada Rabb.

Bahagian yang terakhir dalam buku ini membicarakan tentang pernikahan dan bagaimana pernikahan dijadikan platform untuk menggarap syurga Firdaus.Sebelum menjadi milik seorang lelaki yang bernama suami,seseorang wanita itu perlulah menimbang tara beberapa criteria diri seperti mengukur kualiti diri sendiri,mempersiapkan kualiti diri, berserius dalam ta’aruf dan melakukan ujian kualiti diri seperti bertanyakan kepada calon suami apakah motivasinya daripada perkahwinan nanti.

Bab yang terakhir ini pula hanya menyentuh tentang keangungan perempuan di sisi suami, di tengah keluarga dan masyarakat.Di sinilah kita didedahkan dengan kesetian Nailah AlFarafisyah yang berkahwin dengan Saidina Utsman bin Affan ketika berumur 18 tahun dan Saidina Utsman berumur 81 tahun,kecerdasan akal dan kemanjaan ‘Aisyah, kelembutan dan ketabahan Saidina Khadijah, dan ketaatan isteri para syuhada dalam menegakkan kebenaran seperti Ummu Usamah, isteri Hassan Al-Hudaibi, dan Aminah Quthb, isteri Kamal Asy Syananiri.

Sebagai kesimpulannya, Agar Bidadari Cemburu Padamu ingin mengajak kita menghayati erti kesalihan dan makna keimanan sebagaimana Allah dan Rasulnya kehendaki.Tambahan pula, buku ini mampu memberikan motivasi dan semangat serta petunjuk dalam menjalani kehidupan kebersamaan Allah.Moga buku ini mampu menjadi sumbu dalam membakar jiwa-jiwa syurga untuk mengolah potensi menjadi gerak kerja ‘amal kesalihan, perbaikan diri dari hari ke hari.Kemudian, kalau ada bidadari yang cemburu pada kita atas keshalihan demi keshalihan yang kita capai, maka biarlah dia cemburu.Biarlah itu menjadi risiko menempuhi jalan kebenaran, kesucian, dan kemuliaan yang telah kita azzamkan.

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diredhai, maka masuklah ke dalam jannahKu…(AlFajr :27-30)

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.