Sesuatu yang menghilangkan nilai-nilai doa

22 Apr

Diantara permasalahan yang dapat menghilangkan nilai-nilai doa atau pengaruh doa terhdap pelakunya adalah :

1-sikap tergesa-gesa dalam berdoa

2-merasa tidak diterima doanya

3-merasa rugi dalam melakukan doa

4- tidak pernah melakukan doa pada waktu mendapat kesenangan dan berdoa sekuat tenaga apabila dihimpit kesukaran.

                Orang yang berdoa serupa dengan orang yang menaburkan benih atau orang yang sedang menanam tanaman, maka ia harus rajin merawat dan menyiraminya, maka jika dia jarang merawatnya  atau malas menyiraminya, tanaman itu akan tumbuh dengan buruk, begitu juga jika seseorang berdoa dengan sikap tergesa-gesa, atau berdoa pada waktu tertentu sahaja, maka doa tersebut kurang sempurna, lambat sampai ke sisi Allah swt dan lambat pula terkabulnya.

                Dalam sebuah hadis dalm Sahih Bukhari, disebutkan hadis yang berasal dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah saw bersabda  :

“Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan apabila kalian berdoa dengan sikap tidak tergesa-gesa”

                Kemudian, salah seorang shabat berkata lagi : “Aku telah berdoa namun doaku belum dimakbulkan lagi.” (Imam Bukhari dan Imam Muslim)

                Dalam hadis Imam Muslim disebutkan:
                “Doa seseorang hamba akan selalu dikabulkan apabila dia tidak melakukan perbuatan maksiat, atau tidak memutuskan hubungan sanak keluarga dan jika pada ketika berdoa tidak dengan sikap tergesa-gesa.” Kemudian Rasulullah saw ditanya: “Apakah yang dimaksudkan dengan tergesa-gesa itu?” Lalu Rasulullah saw menjawab: “Tergesa-gesa itu maksudnya bahawa seseorang selalu mengatakan, “saya telah berdoa, saya telah berdoa,” padahal dia belum mengetahui apakah doanya diterima atau tidak, maka orang yang demikian ini akan merasa rugi jika doanya tidak dimakbulkan, yang akibatnya dia meninggalkan berdoa atau bosan untuk berdoa.”

                Sedangkan dalam hadis Imam Ahmad yang disebutkan dalm kitab Musnad, iaitu hadis yang berasal dari Anas bahawa dia berkata: Rasulullah saw telah bersabda :

                “Seseorang itu akan selalu dalam kebaikan selama dia tidak bersikap tergesa-gesa,” kemudian para sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksudkan tergesa-gesa itu, wahai Rasulullah saw? Kemudian Rasulullah saw menjawab : “Tergesa-gesa itu maksudnya seseorang yang mengatakan: “Aku telah berdoa kepada Tuhanku dan hingga sekarang belum dikabulkan.”

 

Petikan :Penyakit Rohani dan Penyembuhannya oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: